Politik bicara tentang hak. Hak mereka berupa memilih apa yang
mereka mau dan tidak seorang pun mencegahnya karena warna kulit. Kondisi di
Amerika Serikat tahun 1947 atau selepas perang dunia begitu kontradiktif dengan
apa yang kita dengar saat ini. Sebagian besar dari mereka merendahkan diri orang lain. Menarik, Amerika Serikat di perang
dunia kedua telah mengalahkan Fasisme di Jerman. Tetapi mereka masih kalah
dengan rasisme di rumah mereka sendiri.
Jackie Robinson dapat dikatakan
sebagai batu loncatan terhadap atlet kulit berwarn di Amerika Serikat tahun
1947. Bila kalian fans Michael Jordan, Kobe Bryant, atau Lebron James, tanpa
Jackie, mungkin kalian tidak bisa melihat mereka saat ini atau butuh menunggu
cukup waktu lagi untuk melihat aksi mereka. Tahun 1947, dari 400 pemain
profesional di liga baseball Amerika Serikat, 399nya orang kulit putih. Hanya
ada satu kulit berwarna, yaitu Jackie. Di setiap laga diawal musimnya, dia
selalu mendapatkan tindakan rasisme. Di lapangan, di bilang “Hey, monyet, bisa
gak lo mukul bola? Kalau gak bola dilempar ke muka lo[1]”.
Di tambah, di lapangan dia sudah di caci maki sama pendukung lawan dan...
pendukungnya sendiri juga.
Seiring berjalannya waktu,
Jackie buktiin kalau dia memang pantas masuk tim. Dia jago banget dan tahan
mental. Banyak anak-anak kulit berwarna menjadikan doi inspirasi. Itu gak hanya
untuk baseball aja, tapi buat American Footbal, Basket, dan lainnya. Di tambah,
anak kulit putih ada yang mengidolakan dia. Dari Jackie juga, kesataran warna
kulit meningkat. Seperti di tulis sebelumnya, banyak atlet kulit bewarna yang
di rekrut tim-tim profesional.
Di sini gw melihat, Jackie mampu
membawa pesan politik walaupun di hanya pukul bola dan lari. Pesan politiknya
adalah “Oh Man, we are equal”. Mungkin 1 dari sejuta orang yang punya
mentalitas kuat seperti dia. Mungkin juga Luther King jadi lebih berani buat
bersuara tentang ketidaksetaraan ras karena dia.
Jackie Robinson begitu
istimewa. Nomor bajunya, 42, dipensiunkan di semua klub termasuk Brooklyn Dogders. Di MLB
(Mayor League Baseball atau liganya baseballnya Amerika) memperingati Jackie
setiap bulan april dengan semua tim menggunakan nomor 42. “The Ends”
Kalau masih penasaran dengan
Jackie, bisa banget nonton film tentang dia. Judulnya 42 tahun 2013. Kalau mau
tonton olahraga dan rasialisme di Amerika, bisa juga tonton The Express tahun
2008 dan Glory Road tahun 2006.
Semoga bermamfaat.
FAZHA24, 3 JUNI 2017

Komentar
Posting Komentar