Langsung ke konten utama

Rekomendasi Lagu The Beatles di luar arus utama, Part 1



                    Baru memulai mendengarkan the Beatles? Hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar karena grup band ini berdiri pada tahun 1960 dan bubar di tahun 1970. Dapat dikatakan, grup band ini lebih familiar pada generasi baby boomers dibandingkan generasi x, generasi y dan generasi z. Akan tetapi, bagi penikmat musik dimanapun berada, The Beatles merupakan grup band yang perlu didengar karena salah satunya sangat populer di masa-masa puncak penampilannya di sekitar tahun 60-an dan 70-an. Terlebih, grup band ini memiliki lagu-lagu dengan musik yang mudah didengarkan dan memiliki makna yang mendalam.
            Kemudahan teknologi berdampak pada kemudahan akses mendengarkan musik. Kita memiliki pilihan untuk mendengarkan The Beatles setidaknya melalui Youtube dan Spotify. Melalui Youtube, tersedia channel Youtube The Beatles yang berisi musik video dari album-album The Beatles, cuplikan film The Beatles dan film dokumenter The Beatles. Kelemahan dari media ini ada pada tidak tersedianya rekomendasi lagu bagi pendengar yang baru mendengarkan The Beatles. Panduan untuk mendengarkan sangat penting karena memberikan arah pada pedengar dari kebingungan memilih lagu dari kumpulan lagu yang sangat banyak.
            Melalui Spotify, pendengar setidaknya diberikan arah untuk mendengarkan lagu yang jumlahnya sangat banyak dari The Beatles. Spotify menyediakan overview yang terdiri dari sepuluh lagu The Beatles  yang paling banyak didengar. Overview tersebut sangat membantu dibandingkan harus mendengarkan setiap lagu The Beatles yang ada di Spotify dengan jumlah yang sangat banyak. Berikut merupakan overview yang terdiri dari sepuluh lagu diambil oleh penulis pada tanggal 1 Juni 2019.





                Daftar lagu yang berjumlah sepuluh lagu di Spotify mungkin belum memuaskan bagi pendengar The Beatles yang ingin mendengarkan lagu-lagu The Beatles lebih dalam. Tulisan ini memberikan rekomendasi sepuluh lagu The Beatles diluar overview Spotify yang menurut penulis layak untuk didengarkan. Penulis berpendapat daftar ini menjadi penting untuk menuntun pendengar pemula The Beatles keluar dari zona nyaman dengan hanya mendengarkan lagu-lagu sejuta umatnya The Beatles seperti Hey Jude, Yesterday, I Want To Hold Your Hand, dan In My Life. Setidaknya dengan mengetahui lagu yang lain, kita dapat lebih memahami dan menghargai karya-karya The Beatles. Penulis dalam menyusun sepuluh lagu ini memilih berdasarkan musik, lirik dan pemaknaannya. Berikut merupakan daftar sepuluh lagu berdasarkan pilihan penulis.

Sepuluh rekomendasi lagu ini dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan tema lagu. Daftar lagu kesepuluh sampai daftar lagu kedelapan bertemakan #Keputusasaan dalam menjalin hubungan asmara.

10. Tell Me Why
            Tell Me Why dirilis pada 10 Juli 1964 dalam album A Hard Day’s Night. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu yang masuk dalam film mereka yang berjudul A Hard Day’s Night Menurut Paul McCartney dalam buku Barry Miles yang berjudul Paul McCartney : Many Years From Now (Hlm 164), lagu ini berdasarkan pengalaman hidup dari John Lennon yang bertengkar dengan istrinya, Cynthia Lennon.. Oleh karena itu, lagu ini berisi dinamika hubungan antar kekasih.
            Lagu ini dapat diintrepretasikan sebagai kekasih yang sudah putus asa terhadap pasangannya. Bentuk keputusasaan ini dapat berupa dikecewakan, dikhianati, diselingkuhi ataupun yang lainnya. Kekasih ini sudah sangat kecewa karena dia sudah melakukan apa saja yang mampu dilakukan agar pasangannya dapat berubah.

Tell me why you cried
And why you lied to me...
~
Well, I gave you everything I had
But you left me sitting on my own...
~
If it’s something that I’ve said or done
Tell me what, and I’ll apologize...

            Hal yang paling menarik dalam lagu ini adalah John Lennon menjadi lead vocal dari lagu ini. Karakterter suara John Lennon memberikan warna yang khas dengan  tegas dan lugasnya seakan memberikan kesan bahwa kekasih yang dikecewakan ini sudah gak tahu mau ngapain lagi. Pada akhirnya, kekasih ini hanya memiliki satu cara, yaitu tidak pantang menyerah dan  tetap berusaha untuk mengubah kekasihnya karena satu alasan.

Well, I beg you on my bended knees
If you’ll only listen to my pleas
Is there anything I can do
Cause I really can’t stand it, I’m so in love with you
~
9. No Reply
            No Reply merupakan lagu The Beatles yang dirilis pada 4 Desember 1964 di dalam album mereka, Beatles for Sale. Lagu ini diciptakan oleh John Lennon dan Paul McCartney dengan mayoritas penulisan ditulis oleh John Lennon. Lagu ini bercerita mengenai seorang kekasih yang mengetahui kekasihnya tidak setia atau berselingkuh dengan laki-laki lain.
            Hal yang paling menarik dari lagu ini adalah gambaran berselingkuh pada setting masyarakat Inggris pada tahun enam puluhan. Tidak seperti sekarang, pada saat itu kita tidak bisa mengetahui pasangan kita berselingkuh dengan melihat isi  smartphone dengan Whats up, Line ataupun pesan singkat (SMS). Pada saat itu, setidaknya hanya dua hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui pasangan kita berselingkuh atau tidak, yaitu dengan datang langsung ke rumah pasangan kekasihnya atau dengan menelelponnya.
This happened once before
When I came to your door
No reply
They said it wasn’t you
But I saw you peep through your window...
~
I tried to telephone
They said you were not home
That’s a lie
Cause I know where you’been
I saw you walk in yoor door

            Walaupun cara yang digunakan untuk berselingkuh itu berbeda dari masa tahun enam puluhan dengan saat ini, tapi rasa yang diterima saat diselingkuhi masih sama karena satu alasan.
I nearly died, I nearly died
Cause you walked hand in hand
With another man in my place...
~
If I were you I’d realize that I
Love you more than any other guy
~
           

8. I’m a Loser
I’m a loser merupakan lagu di The Beatles yang dirilis pada tahun 1964 dalam album Beatles for Sale. Lagu ini ditulis oleh John Lennon dengan kredit didalam album John Lennon dan Paul McCartney. Menurut Paul McCartney dalam buku Barry Miles yang berjudul Paul McCarrtney : Many Years From Now (Hlm 176), lagu ini dan lagu Nowhere Man merupakan bentuk teriakan John Lennon untuk sebuah permintaan tolong. I’m a loser menurut Paul McCartney menjadi lagi paling berani dari John Lennon.
Lagu I’m a loser memiliki lirik kuat mengenai sebuah penolakan romantik yang digambarkan sangat membekas dalam diri seseorang ditolak. John menggambarkan penolakan tersebut tidak tampak pada tampilan luarnya, tetapi penolakan tersebut merusak dalam dirinya hingga membuat semua pencapaian sebelumya menjadi tidak berharga.

I’m a loser
I’m a loser
And I’m not what I Appear to be
~
Of all the love I have won, and have lost
There is one love I should never have crossed...
~
Although I laugh and I act like a clown
Beneath this mask I am wearing a frown
My tears are falling like rain from the sky
Is it for her or myself that I cry?

            Bagian yang paling berani dalam lagu ini ada pada gugatan John terhadap nasib yang diterima oleh seseorang mengalami penolakan. Apakah semua ini layak dia terima? Penolakan ini membuat seseorang mengalami penolakan merasa semuanya sudah tiada.

... What have I done to deserve such a fate?
I realize I have left it too late
And so it’s true pride comes before a fall
I’m telling you so that you won’t lose all...
~
I'm A Loser - The Beatles via Youtube



Lanjutan dari tulisan ini dapat diakses melalui Rekomendasi Lagu The Beatles di luar arus utama, Part 2

Sumber Gambar Pertama: uDiscoverMusic





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Buat Kalian yang Masih ragu Nonton Game of Thrones Ataupun yang Sudah Nonton Memutuskan Tidak Melanjutkan

Sumber Gambar : deadline.com           Akhir Mei 2019, Serial Televisi Game of Thrones telah berakhir dengan episode The Iron Throne menjadi episode terakhir. Berakhirnya episode tersebut menggenapkan delapan tahun usia Game of Thrones yang tayang pertama kali pada 17 April 2011. Adapun pada penayangan di Season 8 pada bulan April dan Mei ini, banyak kalangan dapat dikatakan hype oleh serba serbi Game of Thrones mulai membicarakan alur cerita,   protes terhadap penulis serial hingga masuknya Starbucks dalam scene di salah satu episode di season 8. Akan tetapi, tidak semua orang ikut dalam hingar bingar Game of Thrones karena banyak yang tidak mengikutinya. Contohnya, coba perhatikan teman kalian ketika kumpul membicarakan Game of Thrones biasanya mereka diam atau keluar dari kumpul tersebut.   Ada banyak sebab mengapa masih ada orang yang tidak mengikuti Game of Thrones. Salah satunya tulisan dari Akhmad Muawal Hasan yang berjudul Y...

Fenomena Subsidi oleh Perusahaan Teknologi di AS dan Indonesia

Perusahaan Teknologi di Indonesia dengan Status Unicorn Bagi penduduk Indonesia yang tinggal di kota-kota besar seperti di Jabodetabek, aktivitas kesehariannya tidak dapat dilepaskan dari perusahaan teknologi. Perusahaan tersebut menawarkan jasa yang memudahkan kehidupan sehari-hari mulai dari jasa transportasi, jual beli barang, membeli makanan,   membeli tiket, metode pembayaran hingga jasa pijat. Perusahaan teknologi tersebut sebagian besar terdiri dari perusahaan start up atau perusahaan yang beru dirintis dengan penggunaan teknologi, web, dan internet seperti GOJEK, Grab, Bukalapak, Shopee hingga Kumparan. Sebagian dari perusahaan tersebut menyandang predikan unicorn atau perusahaan yang memiliki nilai lebih dari satu miliar Dollars Amerika Serikat. Terlepas dari peran dan status modal perusahaan teknologi, ada satu perilaku ekonomi mereka yang mungkin membuat kita sebagai konsumennya bertanya-tanya mengenai perusahaan tersebut beroperasi. Perilaku ekonomi berupa seb...