Langsung ke konten utama

Bisa Apa Kelas Menengah di Ibu Kota Baru?

Image result for ibukota baru
Oleh Faris Azhari

Pemerintah pusat melalui Badan Pembangunan Nasional Republik Indonesia berencana memindahkan ibu kota Indonesia ke salah satu daerah di Kalimantan. Pemindahan ibu kota dilakukan karena Jakarta memiliki beban berat sehingga menurunkan daya dukung lingkungan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Beban berat Jakarta terdiri dari area rawan banjir, penurunan permukaan air tanah, buruknya sistem transportasi dan kerugian akibat kemacetan. Selain permasalahan beban berat Jakarta, menurut penulis masalah besar lain dari Jakarta adalah penurunan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi di Jakarta mengalami penurunan yang signifikan pada kuartal satu ke kuartal dua tahun 2019 dengan penurunan  pertumbuhan ekonomi dari 6,25 persen menjadi  5,71 persen.  Walaupun pertumbuhan ekonomi Jakarta masih di atas rata-rata nasional sebesar 5,05 persen, tetapi penurunan sebesar 0,54 persen begitu mengkhawatirkan. Terlebih, penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua menjadi penurunan terburuk semenjak tahun 2016 yang berada pada angka 5,88 persen. Penyebab menurunnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun 2019 disebabkan terbatasnya aktivitas pembangunan infrastruktur. Dalam hal ini, konsumsi rumah tangga berperan besar dalam mencegah penurunan pertumbuhan ekonomi. Sebab, jumlah konsumsi tersebut meningkat 6,5 persen dari kuartal satu ke kuartal dua.
Belajar dari kasus penurunan pertumbuhan ekonomi Jakarta, pemerintah pusat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di ibu kota baru nantinya dengan memaksimalkan konsumsi rumah tangga. Salah satu cara yang dapat digunakan dengan mengembangkan potensi ekonomi kelas menengah.  Kelas menengah didefinisikan oleh World Bank sebagai masyarakat yang memiliki keamananan secara ekonomi dan tidak rentan terhadap kemiskinan. Jumlah masyarakat yang dikategorikan sebagai kelas menengah di Indonesia berjumlah 52 juta orang atau satu per lima dari jumlah populasi di tahun 2019. Kelas menengah memiliki penghasilan per tahunnya sebesar $3.895 sampai $12.055 Amerika Serikat atau Rp54.530.000 sampai Rp168.770.000 Rupiah dalam kurs Rp14.000 per Dollar Amerika Serikat. Kelas menengah dengan jumlah 52 juta  orang berkontribusi pada 43 persen konsumsi rumah tangga.
Memaksimalkan konsumsi rumah tangga kelas menengah tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga saja, tetapi dapat meningkatkan potensi ekonomi secara keseluruhan. Hal tersebut disebabkan karakteristik dari kelas menengah yang dapat membentuk pasar baru.
Karakteristik kelas menengah memiliki karakteristik daya beli dan tingkat konsumsi yang tinggi. Yuswohady dalam buku Consumer 3000 menjelaskan kelas menengah pada umumnya memiliki pendapatan menganggur atau discretionary income dengan jumlah satu per tiga dari keseluruhan pendapatan. Pendapatan menganggur tersebut digunakan oleh kelas menengah untuk membeli produk dan layanan diluar kebutuhan dasar seperti kendaraan pribadi, alat-alat elektronik, liburan, dan pengeluaran lainnya. Selain itu, pendapatan menganggur digunakan oleh kelas menengah untuk belanja yang menyenangkan dirinya seperti menongkrong di kafe, makan di restoran dan belanja di mal.
            Selain itu, kelas menengah memiliki karakteristik menjadi kelompok masyarakat yang mementingkan gaya hidup. Hal tersebut tergambar dari permintaan kelas menengah terhadap gaya hidup makanan sehat dan produk-produk ramah lingkungan. Di sisi lain, muncul kelas menengah yang berbasis agama Islam mendorong pada hadirnya gaya hidup islami seperti busana muslim, industri keuangan syariah dan lembaga pendidikan islam. Gaya hidup yang ada pada kelas menengah membentuk permintaan baru atau niche pada industri.
            Karakteristik kelas menengah dengan daya beli, konsumsi tinggi dan mementingkan gaya hidup dapat membentuk permintaan ekonomi sehingga menyebabkan potensi terbentuknya pasar baru. Pasar baru tersebut berupa munculnya industri kreatif  yang berusaha menyediakan kebutuhan baru kelas menengah seperti produsen makanan sehat, pertunjukan seni, produsen pakaian dan lainnya. Munculnya industri kreatif akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja untuk kebutuhan industri kreatif. Tidak hanya menyangkut penyerapan tenaga kerja, munculnya industri kreatif dapat menyebabkan multiplier effect dengan aktivitas ekonomi untuk menyediakan bahan baku dari industri kreatif.
            Bila ibu kota baru nanti menjadi area berkembangnya industri kreatif, maka ibu kota baru dapat menjadi kota metropolitan dengan populasi yang besar dan berkembangya aktivitas ekonomi. Menjadi kota metropolitan merupakan hal yang baik karena mampu menarik kelas masyarakat dibawah kelas menengah seperti masyarakat rentan miskin dan masyarakat miskin dapat menjadi kelas menengah. Hal tersebut sesuai dengan laporan World Bank bahwa penurunan masyarakat rentan miskin dan masyarakat miskin di Indonesia paling cepat berada di area metropolitan dengan industri yang ada di dalamnya karena menyediakan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
            Oleh sebab itu, penulis berharap pemerintah pusat dapat mengembangkan potensi ekonomi kelas menengah di ibu kota baru melalui dua cara. Pertama, pemerintah dapat membangun infrastruktur kelas menengah dengan fokus pada penyediaan ruang bagi industri kreatif. Ruang tersebut berupa tempat area produksi industri kreatif dan infrastruktur pendukung produksi seperti jalan dan tranpostasi umum. Kedua, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat kelas menengah agar proses ekonomi terus berlanjut. Cara yang dapat dilakukan pemerintah pusat dengan ikut memastikan harga yang terjangkau untuk kebutuhan dasar kelas menengah seperti perumahan dan bahan-bahan pokok. Bila keduanya cara tersebut dikombinasikan, peluang untuk meningkatkan pertumbahan ekonomi akan semakin terbuka lebar.

#Bappenas #IbuKotaBaru Harapan Saya kepada Ibu Kota Baru

Daftar Referensi
Sumber buku :
Yuswohady, Consumer 3000 : Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia, Jakarta : Grameida Pustaka Utama, 2012.
Sumber Daring :
Antara, Middle Class Holds Key To Unlocking Indonesia’s Potential : World Bank, 12 Maret 2018, diakses melalui https://en.antaranews.com/news/114926/middle-class-holds-key-to-unlocking-indonesias-potential-world-bank 
CNN Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Anlok di Triwulan II 2019, 6 Agustus 2019, diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190806104658-532-418788/pertumbuhan-ekonomi-dki-jakarta-anjlok-di-triwulan-ii-2019 pada tanggal 17 Agustus 2019.
CNN Indonesia, RI Naik Kelas Jadi Negara Kelompok Pendapatan Menengah Atas, 6 Februari 2019, diakses melalui https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190206164755-532-366887/ri-naik-kelas-jadi-negara-kelompok-pendapatan-menengah-atas pada tanggal 17 Agustus 2019.
Diningrat, Rendy A., Mempertanyakan Alasan Pemindahan Ibu Kota, 28 Mei 2019, diakses melalui https://money.kompas.com/read/2019/05/28/173904626/mempertanyakan-alasan-pemindahan-ibu-kota?page=all pada tanggal 17 Agustus 2019.
Kementrian Keuangan, Kelas Menengah Penggerak Ekonomi Indonesia, 22 Januari 2019, diakses melalui https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/kelas-menengah-penggerak-ekonomi-indonesia/ diakses pada tanggal 16 Agustus 2019.
Kumparan, Kenapa Ibu Kota Harus Pindah Dari Jakarta, 6 Mei 2019, diakses melalui https://kumparan.com/@kumparannews/kenapa-ibu-kota-harus-pindah-dari-jakarta-1r1bFqMx21t pada tanggal 17 Agustus 2019.
Loka Data, Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 2013-2019, 2019, diakses melalui https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/pertumbuhan-ekonomi-dki-jakarta-2013-2019-1558680905 pada tanggal 17 Agustus 2019.
Rahadi, Fernan, Gaya Hidup Syariah pada kelas Menengah Muslim, 6 September 2017, diakses melalui https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/17/09/06/ovv35q291-gaya-hidup-syariah-pada-kelas-menengah-muslim diakses pada tanggal 16 Agustus 2019.
World Bank, Urbanization For All, Indonesia Economic Quarterly, September 2018, diakses melalui http://documents.worldbank.org/curated/en/498361537371495086/pdf/Indonesia-Economic-Quarterly-Urbanization-for-All.pdf diakses pada tanggal 16 Agustus 2019.
World Bank, Indonesia’s Rising Divide, November 2015, diakses melalui http://documents.worldbank.org/curated/en/885651468180231995/pdf/101668-WP-PUBLIC-Box394818B-Executive-Summary-Indonesias-Rising-Divide-English.pdf diakses pada tanggal 16 Agustus 2019.
World Bank, Kelas Menengah Indonesia Penting Bagi Masa Depan Negara, 4 Desember 2017, diakses melalui https://www.worldbank.org/in/news/press-release/2017/12/04/indonesia-middle-class-vital-for-the-country-future diakses pada tanggal 16 Agustus 2019.
Sumber Gambar :
Arhando, Pramdia, Calon Ibu Kota Negara Baru Negara Indonesia, 10 Mei 2019, diakses melalui https://www.moneysmart.id/calon-ibukota-negara-baru-indonesia-makin-terang/ pada tanggal 16 Agustus 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Lagu The Beatles di luar arus utama, Part 1

                    Baru memulai mendengarkan the Beatles? Hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar karena grup band ini berdiri pada tahun 1960 dan bubar di tahun 1970. Dapat dikatakan, grup band ini lebih familiar pada generasi baby boomers dibandingkan generasi x, generasi y dan generasi z. Akan tetapi, bagi penikmat musik dimanapun berada, The Beatles merupakan grup band yang perlu didengar karena salah satunya sangat populer di masa-masa puncak penampilannya di sekitar tahun 60-an dan 70-an. Terlebih, grup band ini memiliki lagu-lagu dengan musik yang mudah didengarkan dan memiliki makna yang mendalam.             Kemudahan teknologi berdampak pada kemudahan akses mendengarkan musik. Kita memiliki pilihan untuk mendengarkan The Beatles setidaknya melalui Youtube dan Spotify. Melalui Youtube, tersedia channel Youtube The Beatles yang berisi musik video dari album-alb...

Panduan Buat Kalian yang Masih ragu Nonton Game of Thrones Ataupun yang Sudah Nonton Memutuskan Tidak Melanjutkan

Sumber Gambar : deadline.com           Akhir Mei 2019, Serial Televisi Game of Thrones telah berakhir dengan episode The Iron Throne menjadi episode terakhir. Berakhirnya episode tersebut menggenapkan delapan tahun usia Game of Thrones yang tayang pertama kali pada 17 April 2011. Adapun pada penayangan di Season 8 pada bulan April dan Mei ini, banyak kalangan dapat dikatakan hype oleh serba serbi Game of Thrones mulai membicarakan alur cerita,   protes terhadap penulis serial hingga masuknya Starbucks dalam scene di salah satu episode di season 8. Akan tetapi, tidak semua orang ikut dalam hingar bingar Game of Thrones karena banyak yang tidak mengikutinya. Contohnya, coba perhatikan teman kalian ketika kumpul membicarakan Game of Thrones biasanya mereka diam atau keluar dari kumpul tersebut.   Ada banyak sebab mengapa masih ada orang yang tidak mengikuti Game of Thrones. Salah satunya tulisan dari Akhmad Muawal Hasan yang berjudul Y...

Fenomena Subsidi oleh Perusahaan Teknologi di AS dan Indonesia

Perusahaan Teknologi di Indonesia dengan Status Unicorn Bagi penduduk Indonesia yang tinggal di kota-kota besar seperti di Jabodetabek, aktivitas kesehariannya tidak dapat dilepaskan dari perusahaan teknologi. Perusahaan tersebut menawarkan jasa yang memudahkan kehidupan sehari-hari mulai dari jasa transportasi, jual beli barang, membeli makanan,   membeli tiket, metode pembayaran hingga jasa pijat. Perusahaan teknologi tersebut sebagian besar terdiri dari perusahaan start up atau perusahaan yang beru dirintis dengan penggunaan teknologi, web, dan internet seperti GOJEK, Grab, Bukalapak, Shopee hingga Kumparan. Sebagian dari perusahaan tersebut menyandang predikan unicorn atau perusahaan yang memiliki nilai lebih dari satu miliar Dollars Amerika Serikat. Terlepas dari peran dan status modal perusahaan teknologi, ada satu perilaku ekonomi mereka yang mungkin membuat kita sebagai konsumennya bertanya-tanya mengenai perusahaan tersebut beroperasi. Perilaku ekonomi berupa seb...